Saturday, June 18, 2011

Usia Berapa Bayi Harus Berhenti "Ngempeng"?

Kompas.com — Penggunaan empeng pada bayi memang masih pro dan kontra. Pihak yang setuju berpendapat empeng memberi kenyamanan pada bayi sehingga tidak mudah rewel. Penggunaan empeng juga disarankan bagi bayi prematur atau bayi yang kerap diserang kolik agar lebih tenang.

Kendati demikian, kebiasaan ngempeng ini tidak disarankan untuk dilanjutkan sampai bayi berusia lebih dari 12 bulan. Para ahli berpendapat di usia setahun merupakan masa perkembangan bicara yang paling pesat. Jika si kecil masih ngempeng, ia mungkin akan jarang berlatih bicara atau babbling. Empeng juga dikhawatirkan mengubah bicaranya.

Nyatanya, tidak mudah bagi bayi untuk berpisah dengan empengnya. Banyak anak-anak yang masih menggunakan empengnya hingga usia balita. Untuk anak-anak tersebut, empeng menjadi semacam penawar stres jika mereka harus berada di lingkungan yang asing, seperti saat baru masuk playgroup atau di kendaraan.

Bila si kecil termasuk ke dalam anak balita yang masih ngempeng, sebaiknya Anda mewaspadai bahwa penggunaan empeng bisa mengganggu perkembangan bicara anak.

"Mengisap empeng akan mengunci mulut anak pada posisi tidak alami sehingga membuat mereka kesulitan membentuk otot lidah dan bibir secara normal," kata Patricia Hamaguchi, ahli perkembangan bicara dari California dan penulis buku Childhood, Speech, Language, and Listening Problems: What Every Parent Should Know.

Pada beberapa kasus, kebiasaan memakai empeng juga menyebabkan lidah mendorong gigi. Hal ini akan mengganggu perkembangan pelat yang menghasilkan suara "s' dan "z".

Meski empeng tidak akan mengubah bentuk gigi anak secara permanen, karena bentuk gigi akan kembali normal beberapa bulan setelah empeng dilepas, namun empeng akan merusak gigi permanen anak. Terutama jika anak masih ngempeng di usia 4-6 tahun. Pada usia ini empeng akan merusak susunan gigi anak.

Faktor kesehatan lain yang perlu diwaspadai adalah infeksi telinga pada anak. Penelitian menunjukkan anak yang tidak memakai empeng lebih jarang menderita infeksi telinga.

Itu sebabnya, orangtua sebaiknya membatasi penggunaan empeng pada anak secara bertahap. Awali dengan penggunaan pada saat-saat tertentu saja kemudian jika sudah berhasil berlakukan bebas empeng sepanjang hari. (Kompas.com)

No comments:

Post a Comment