Friday, June 10, 2011

Persisam vs Persiwa :Lupakan Dendam


Tiga April 2010 mungkin menjadi waktu tak terlupakan bagi Choi Dong soo, striker Persisam Putra asal Korea Selatan. Di saat baru kali pertama tampil di pentas sepak bola Indonesia bersama Persisam Putra, Choi harus merasakan kekerasan di lapangan.
Ya, aksi pengeroyokan diterima Choi dan beberapa pemain lainnya seperti Danilo Fernando, Ronald Fagundez, Akbar Rasyid dan Panggah Madyantara. Namun Choi menjadi pemain paling tersiksa. Ia harus mendapatkan perawatan akibat luka memar di beberapa bagian wajahnya.
Tak hanya dianiaya, Persisam Putra juga harus mengalami kekalahan berkat gol kontroversial yang diciptakan Imanuel Padwa.
Namun kejadian setahun silam sudah harus dilupakan. Kubu Persiwa pun sudah meminta maaf kepada pengurus Persisam Putra atas aksi yang sempat menghebohkan persepakbolaan nasional tersebut.
"Kita tak lagi mengingat masa lalu. Biarlah kejadian tersebut menjadi kenangan bagi pemain yang menjalaninya," terang Coeng Agus Setiawan, Manajer Persisam Putra yang saat itu juga mendapat perlakukan tak nyaman.
Di putaran pertama, kubu Persiwa lewat manajernya Jhon Banua sudah bertemu dengan manajemen Persisam Putra. Permintaan maaf disampaikan Jhon Banua secara terbuka di hotel tempat Persisam Putra menginap.
Bahkan Jhon Banua meminta bertemu dengan Choi Dong soo sebagai korban paling parah saat itu. Entah karena ingin mencuri hati suporter Persisam Putra, Persiwa Wamena seolah membiarkan Persisam Putra mencuri angka di kandangnya pada putaran pertama.
"Tidak betul kalau Persiwa sengaja tak ngotot bertemu kita pada putaran pertama. Kita dan Persiwa bermain ngotot dan hasil imbang 1-1 memang sangat pantas saat itu," ujarnya.
Dan untuk pertandingan sore ini, Coeng berharap suporter tak melakukan aksi berlebihan pada kubu Persiwa. Menurutnya memberikan dukungan sportif pada tim sendiri menjadi jauh lebih baik.
"Kita fokus pada pertandingan saja. Pemain juga sudah tak lagi mengingat kejadian tersebut. Jadi saya harap suporter bisa mengerti dengan tidak melakukan intimidasi pada lawan secara berlebihan, apalagi mengeluarkan nada sara pada lawan. Saya ingin suporter memberikan dukungan terbaik pada pertandingan terakhir di kandang sendiri," pungkas Coeng. (upi)

No comments:

Post a Comment