Sunday, June 19, 2011

Janu : Posisi Kedua Sama Seperti Juara untuk Arema


Arema akhirnya menempati posisi runner-up pada hari terakhir ISL 2010/2011. Dengan kondisi klub yang tengah carut-marut, posisi dua terasa seperti juara bagi mereka.

Seperti diketahui, Arema mengalami krisis keuangan dalam perjalanan mereka di musim ini. Beberapa pemain mengeluhkan belum dibayarnya gaji selama beberapa bulan. Namun, seperti pernah diungkapkan Ahmad Bustomi , masalah gaji itu tak mengganggu permainan di lapangan.

"Pasti memengaruhi motivasi. Tetapi kalau sudah di lapangan, semua pemain total. Kita sebagai pemain kalau bertanding tidak ada yang setengah-setengah. Kalau setengah-setengah, risikonya bisa cedera," kata Bustomi.

Masalah pun terus bergulir. Juara ISL musim lalu ini akhirnya dijual. Mereka membutuhkan pemilik baru yang bisa mengatasi masalah keuangan di dalam klub.

Setelah berpekan-pekan menjadi spekulasi, beberapa hari lalu Bakrie Grup dikabarkan menjajaki kemungkinan menjadi pemilik Arema. Proses tersebut pun akhirnya tercapai. Bakrie sempat dinyatakan resmi membeli Arema.

Masalah selesai? Belum. Setelahnya, Bakrie Grup menyatakan batal membeli Arema. Menurut Rendra Kresna, pembelian itu batal karena masalah internal di tubuh Arema. Keterlibatan pihak asing yang menurutnya tak ada dalam struktur organisasi membuat calon investor hengkang.

"Kucuran dana itu dari pihak asing yang membuat kondisi Arema jadi carut-marut," beber Rendra Sabtu (18/6/2011) kemarin.

Di tengah kondisi yang tak jelas itu, Arema melakoni pertandingan terakhir di ISL musim ini melawan Bontang FC, Minggu (19/6/2011). Setelah 90 menit, skor fantastis tercipta. Arema menang 8-0.

Skor tersebut membuat kemenangan 3-0 yang diraih Persija atas PSPS Pekanbaru tak berarti. Arema melewati 'Macan Kemayoran' untuk duduk di posisi dua dan berhak untuk menjajal Piala AFC musim depan.

"Posisi kedua, sama dengan juara dengan kondisi tim seperti ini," ujar Miroslav Janu sesuai pertandingan.

Janu sendiri sempat gerah dengan kondisi tim yang seperti itu. Usai dikalahkan Cerezo Osaka 0-4 Mei silam, ia sempat meninggalkan konferensi pers karena merasa manajemen Arema tak mengurus klub dengan baik.




( roz / roz )

No comments:

Post a Comment