Friday, June 17, 2011

Bendol Ragukan Garuda


enny Dolo meragukan Timnas Indonesia mampu lewati hadangan Turkmenistan di Pra-Piala Dunia (PPD) 2014. Sekalipun dalam pertandingan 23 dan 28 Juli nanti Pasukan Garuda (julukan Timnas) memakai skuad Piala AFF 2010. Alasannya, eks Pelatih Timnas Indonesia itu menilai kelasnya AFF masih di bawah Piala Asia.
Menurut pelatih yang karib disapa Bendol, euforia Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 belum jadi ukuran mengkilapnya prestasi sepak bola Indonesia. Selain gagal persembahkan trofi, dalam even itu juga musuh Indonesia gak terlalu kuat. Paling menonjol ketika itu adalah kehadiran Filipina dengan skuad naturalisasinya.
”Kalau mau jujur, tim Piala AFF 2010 secara kualitas permainan masih di bawah tim yang saya besut di Pra-Piala Asia 2011. Meski kami ketika itu gagal lolos, tapi lawan kami lebih kuat dibandingkan Piala AFF. Saingan mereka hanya Malaysia dan Filipina sementara kami saat itu melawan Oman, Kuwait, dan Australia,” terang Benny Dolo di Senayan, Jakarta, kemarin (13/6).
Di kawasan Asia, ketiga tim itu sangat diperhitungkan. Australia bahkan, keluar masuk Piala Dunia dan lolos final Piala Asia lawan Jepang. Ketika lawan mereka, Indonesia kalah dengan skor tipis. Dijamu Oman, pertandingan berakhir 0-0 dan Indonesia kalah 1-2 di Jakarta. Lawan Australia, Indonesia seri kacamata saat jadi tamu dan kalah 0-1 ketika jadi tuan rumah. Sementara lawan Kuwait kalah 1-2 di Kuwait dan imbang 1-1 di Jakarta. ”Turkmenistan itu kelasnya Asia bukan Asia Tenggara. Jadi, kalau bicara prestasi di PPD, ya maaf,” sentil Bendol, sapaan pelatih yang kini melatih Mitra Kukar.
Namun demikian, dia tetap mendukung kebijakan Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl pakai skuad Piala AFF 2010 turun di PPD 2014. Mau apa lagi, itulah solusi terbaik saat ini. Yakni ketika persiapan Timnas Indonesia mepet akibat kisruh pemilihan pengurus PSSI periode 2011-2015.
Pelatih Riedl hanya punya waktu delapan hari sebelum bertamu ke Turkmenistan pada 23 Juli di leg pertama. Ini karena Badan Tim Nasional (BTN) baru kumpulkan pemain Timnas Senior proyeksi PPD 2014 pada 15 Juli. Tanggal ini dipilih karena menunggu kepastian pengurus baru PSSI yang akan diplih pada 9 Juli melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo.
”Tapi apapun itu, putusan pakai tenaga skuad Piala AFF menjadi solusi terbaik di tengah mepetnya waktu persiapan. Karena itu, saya hanya berharap pemilik suara bisa legowo untuk mensukseskan Kongres PSSI. Demi sepak bola Indonesia, semua harus berbesar hati hentikan polemik yang berkepanjangan ini,” pinta pelatih yang persembahkan dua trofi Piala Indonesia untuk Arema Indonesia. ”Jangan sampai kita jadi penonton ketika cabang sepak bola dimainkan di SEA Games XXVI nanti. Kalau SEA Games dapat emas, bisa akhiri kegagalan selama ini,” ingatnya. (kmd)

No comments:

Post a Comment