Thursday, June 16, 2011

Batuk Bisa Jadi Alarm Penyakit

batuk (inmagine)

VIVAnews - Siapa tak pernah mengalami batuk? Semua orang pasti pernah mengalaminya. Namun, batuk sesungguhnya tidak semua batuk membutuhkan pengobatan medis. Lalu, kapan saatnya batuk membutuhkan obat?

“Tidak semua batuk harus diobati, karena batuk merupakan sebuah refleks fisiologi untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan,” ujar ahli herbal dari Pusat Studi Obat Bahan Alam Departemen Farmasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, APT, di Media Workshop 'Cara Herbal Redakan Batuk', Jakarta, Kamis, 16 Juni 2011.

Menurutnya, batuk bukanlah suatu penyakit, melainkan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernafasan. Namun, terlepas manfaatnya, batuk juga bisa menjadi tanda adanya suatu penyakit berbahaya. Batuk bisa menjadi alarm penting agar segera memeriksakan diri ke dokter.

“Ada batuk yang harus diobati dan dihentikan, tapi ada batuk yang diperlukan agar penyakit dalam tubuh bisa keluar. Olehkarena itu, batuk bisa menjadi alarm adanya gejala penyakit,” katanya.

Banyak yang bisa menyebabkan batuk. Umumnya, akibat infeksi di saluran pernapasan bagian atas yang merupakan gejala flu. Tapi bisa juga terjadi karena infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA), alergi, asma atau tuberculosis.

Batuk juga bisa muncul saat ada benda asing yang masuk ke dalam saluran napas, tersedak akibat minum susu, menghirup asap rokok dari orang sekitar, bisa juga batuk psikogenik yang biasanya muncul karena masalah emosi dan psikologis.

“Apapun jenis batuk yang Anda derita, hati-hati mendiagnosisnya karena bisa berakibat salah memilih obat untuk menyembuhkannya,” katanya.

No comments:

Post a Comment