Wednesday, June 15, 2011

Bakrie Resmi Akuisisi Arema


Jika tidak ada perubahan, Jumat besok, notariat pengambilalihan 93 persen saham Yayasan Arema, akan diresmikan. Langkah ini ditempuh sebagai bukti keseriusan yayasan mengutamakan Grup Bakrie menjadi pemilik sah PT Arema Indonesia.
Hebatnya lagi, tidak hanya M Nur saja yang bisa memamerkan tumpukan rupiah di depan pemain. Sebab, Grup Bakrie juga sudah menyiapkan tumpukan rupiah untuk rencana Jumat besok.
Dikonfirmasi soal di atas, Iwan Budianto dan Rendra Kresna, sama-sama membenarkan. ‘’Kami tidak main-main dengan publik. Kami semuanya serius untuk menangani dan menyelamatkan Arema,’’ ujar keduanya , Rabu malam.
Seperti diberitakan sebelumnya (MP,14/06) Rendra Kresna dan Iwan Budiyanto telah melakukan pertemuan di RM Cianjur Pandaan, membahas penyelamatan Arema. Hanya dalam waktu tidak lebih 20 menit, pertemuan langsung membuahkan hasil Grup Bakrie dipilih sebagai pemilik Arema.
Formatnya, Nirwan Bakrie selaku pemilik opsi menunjuk anak perusahaannya di Singapura (bukan di Malaysia) sebagai pemilik PT Arema. Perusahaan di Singapura itu selama ini merupakan perusahaan gabungan, yang salah satu pemegang sahamnya adalah Iwan Budianto.
‘’Cara ini saya pilih, jangan sampai publik menganggap gue ingin menguasai klub lebih dari satu,’’ tutur Nirwan Bakrie sebelumnya.
Menurut Iwan, eksistensi dan keseriusan Grup Bakrie menyelamatkan Arema tidak hanya sebatas wacana dan rencana-rencana saja. Sebaliknya, justru saat di depan notaris, Jumat besok, langsung disertai kucuran dana sesuai yang sudah dibahas sebelumnya.
Pertama, lanjut dia, pihaknya akan mencairkan dana Rp 10 miliar untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, yang harus ditanggung manajemen Arema. Termasuk didalamnya gaji 3,5 bulan untuk pemain, gaji pelatih, gaji ofisial, utang pajak dan beberapa kewajiban jangka pendek.
‘’Anda kan ikut dalam pertemuan. Komitmen Grup Bakrie adalah komitmen riil. Pembayaran kita penuhi sesuai kesepakatan malam itu (Senin malam, Red.),’’ tutur Iwan, yang baru saja keluar dari head office Bakrie Grup sembari membawa dana Rp 21 miliar. Dana itu, Rp 10 miliar untuk Arema dan Rp 11 miliar untuk pembayaran Deltras Sidoarjo.
Melihat keseriusan Bakrie, Rendra menyebutkan, sejak awal pihaknya memang komitmen akan mendahulukan Grup Bakrie sebagai pemilik Arema. Sebab, perusahaan multi nasional itu telah banyak membantu Arema selama menjalani kompetisi di liga super.
‘’Saya tidak akan ingkar janji. Meski ada investor lain merayu-rayu ingin memiliki Arema, saya tetap tidak mau. Kalau memang grup Bakrie tidak sanggup, baru saya berikan orang lain,’’ tutur Bupati Malang ini.
Ditanya tentang pembayaran pemain yang sudah dilakukan M Nur, Rendra dengan enteng menyebutkan, pembayaran itu tidak ada efeknya terhadap rencana kerja Yayasan Arema. Perbuatan M Nur dengan bantuan investor Jakarta, dianggap bukan bagian dari penyelamatan Arema.
‘’Nggak ngefek blas. Justru yang untung pemain. Mereka dapat rejeki. Soal dia sudah terima gaji, lho itu gaji dari mana. Kan bukan dari pengurus yang sah,’’ papar Rendra dengan menyebut salah satu notaris di Malang yang kini sudah menyiapkan konsepnya.
Ditambahkan dia, komposisi kepengurusan dan manajemen Arema pasca Jumat akan ditentukan secara bersama-sama. Otomatis, pihak investor akan memiliki opsi tertinggi untuk mengubah dan menempatkan orangnya. ‘’Sudah. Sudah dibagi. Tinggal teken sama-sama di depan notaries,’’ tandasnya sumringah. (has/avi)

No comments:

Post a Comment