Saturday, June 11, 2011

5 Alasan Ini Bikin Pria Marah Tanpa Sebab

Saat perempuan mendekati masa menstruasi, umumnya suasana hatinya tak menentu. Marah tanpa sebab kepada siapa saja, terutama pasangannya.


Suasana hati tak menentu ini juga dialami pria namun dengan alasan berbeda. Ada lima alasan yang bikin pria mudah tersinggung, menumpahkan amarah tanpa sebab kepada pasangan atau orang lain di sekitarnya.


Tak usah bingung jika pria mudah tersinggung.

Pria juga kerapkali uring-uringan dengan lima alasan.

1. Tim-nya kalah tanding

Kalau soal olahraga, pria menjadi brutal. Apalagi jika ia penggemar setia tim sepakbola atau olahraga lainnya. Anda perlu juga memerhatikan pertandingan olahraga. Jika seusai pertandingan, tim pasangan Anda kalah, bersiaplah dengan sikap uring-uringan pria, yang sebenarnya serupa dengan perempuan.

Kekalahan tim dalam pertandingan selalu muncul di kepala pria, terus menerus. Kemarahan ini, tak disadari, memengaruhi perilaku pria. Jadi jangan heran jika tiba-tiba pasangan Anda marah tanpa sebab lantaran tim sepakbola jagoannya kalah tanding.


2. Belum puas masturbasi

Orientasi seks pada pria berbeda. Tak lantas setiap detik pria memikirkan seks. Hanya saja, pria memang membutuhkan waktu memuaskan dirinya sendiri secara seksual. Belum melakukan masturbasi sampai puas bisa bikin pria uring-uringan. Hal ini juga dijadikan alasan bagi pria atas perilakunya yang lebih mudah tersinggung.

3. Stres karena pekerjaan

Saat pria marah-marah tanpa sebab, tekanan di pekerjaan dijadikan salah satu alasan. Meski semestinya, urusan pekerjaan tak usah dibawa ke rumah. Namun, tekanan tinggi di kantor juga bisa memengaruhi perilaku pria saat berada di rumah.

4. Kurang me time

Jika sikap pasangan tak menyenangkan di rumah, bisa jadi ia sedang merasa tak nyaman dengan dirinya. Pria juga kerapkali beralasan mereka butuh waktu untuk dirinya. Pria merasa kurang menikmati me time. Pada akhirnya mereka menjadi mudah tersinggung seharian.

5. Tersesat

Bukan hanya perempuan yang mudah panik dan tersinggung dalam keadaan terjepit. Pria juga mengalaminya, namun ditunjukkan dengan cara berbeda. Saat tersesat di jalan, sebenarnya pria juga panik dan kebingungan. Namun pria berusaha menutupinya.

Pria makin mudah tersinggung dalam posisi seperti ini ketika pasangannya atau teman perempuannya menawarkan peta. Pria merasa ia bisa menemukan jalan, tak tersesat lagi, tanpa bantuan apa pun kecuali pikirannya sendiri.


Sumber:

No comments:

Post a Comment